Minggu, 09 Oktober 2011 di 08.29 | 0 komentar  
Update blog today


Lagi, cerita yang lama mau ditulis tapi baru kesampek an malem ini. Dari judulnya aja udah geje tapi semoga isinya enggak :p

Oke to the point saja, saat itu 2 atau 3 hari setelah lebaran, kita kita berlima (ane sama sodara ane) jalan-jalan ke daerah alkid (alun-alun kidul Jogja) buat nganterin 3 sodara ane yang lain yang kebetulan pas mudik ke jogja.

Habis jalan jalan jalan dan terus jalan, kira-kira pukul 10 malam kita merapat didaerah per-empatan kantor pos (biasanya nol kilometer kalo' pada nyebut). Yang nggak tau itu dimana yasudah lah , males juga neranginnya.

Habis parkirin motor kayak orang2 lain yang ada disitu ya kita jalan-jalan kayak orang ilang. Sampai akhirnya duduk di warung apa itu lah pokoknya sejenis lesehan di malioboro (adoh tenan nyimpange). Enak-enaknya minum wedang jahe anget tiba2 "jreng" "misi mas numpang ngamen" langsung aja kita berlima noleh "asem" batinku , dapet sial darimana ini. Asala agan agan tau aja ternyata yang numpang ngamen itu banci bencong atau apalah itu sejenis dan sekawanya.

"Hell" itu kata-kata yang terpikir berikutnya, ini kenapa yang ngamen ber empat gini, sekeluarga kali ya? apa se RT? ash masa' bodo, yang penting gimana cara buat minggir dari kesialan ini. Fyi ane paling gilo sama yang namanya BANCII . Langsung deh mlipir2 nyari tempat aman, eh pas dapet spot, disitu ada anak2 pengamen pada nyanyiin lagu "punk rock jalanan" Aslinya gak begitu suka sih sama liriknya tapi entah kenapa nek yang mbawain itu orang-orang kayak mereka jadi ada sense nya tersendiri.

Pas mereka baru istirahat ane deketin deh sama sodara ane (cowok yang tadi aslinya dia juga ikut ngacir tapi lupa tak critain hehe). Ngobrol punya ngobrol kita dapetin nama dua anak yang satu ipang yang satu nanda (yang salah satunya kayak nama artis ya).

Ini nih bagian yang aslinya mau tak share ke :

Aslinya waktu kita ngobrol sama mereka , jujur saja . Meskipun mereka notabenya anak-anak jalanan tapi kemampuan psikologisnya justru melebihi aku sendiri. Ok singkat cerita, aku tanya-tanya tentang kenapa mereka mau-maunya jadi pengamen jalanan gituan. Nek siang kepanasan nek malem yo kedinginan (serbasalah to?) .

Dan ini jawaban yang paling ndak tak lupain

"Ya gimana ya mas, kita ini asal nya dari keluarga broken hom. Wong nggo mangan we rung karuan duwit e. Daripada kita nyopet mending ngamen to mas? sak jane aku isin mas ngamen ki awal awal e. Tapi yo pie meneh, bar tak pikir-pikir meneh ki luwih isin sing biasane tak delok neng tivi kae, sing do nganggo klambi2 jas apik kae, tapi keri-keri ne mung do mlebu kunjaran sing gedene ora luwih seko wc umum nang pojokan kae"

"Sakjane aku malah luwih mulyo lho mas, soal e uripku bebas arep nang ndi2 oleh. Saben tangi turu rasah rekoso mikirke pie cara ne metu seko penjoro, rasah mikirke pengadilan. Soal e urip kuwi rak mung pie awake dewe pinter2 e noto urip lan nyukuri sing wis diwenehi to mas?"

"Biasa ne nek neng keneki aku ndelok ibu-ibu do sliweran gowo kresek kebak klambi, sakjane nggo ngopo ngono lho tuku klambi akeh-akeh? wong klambiku telu we iso tak nggo tekan saiki ora remuk-remuk kok.sejatine mbangane nggo tuku koyo ngono kuwi rak duwit e iso di kek ne nggo cah cah koyo adi adiku ngeneki to? sing koyo ngeneki ora sithik mas. Ncen ndonya ki wis kewolak walik"

Aslinya yang diatas itu tadi cuma cuplikan kalimat yang keluar pas ngobrol-ngobrol spontan, masih ada banyak aslinya tapi tak lanjut besok aja soalnya mata udah kriyip2 ki gek besok sudah harus kembali jadi siswa kelas 3 SMA seutuhnya.

Tak simpul-ke saja :D :

"Hidup itu aslinya tinggal bagaimana kita bisa mensyukuri dan tidak mengingkari nikmat yang sudah Dia berikan."

"Jaman sekarang adalah mulainya terbolak baliknya mana yang benar dan mana yang salah, maka bersiaplah!"

ini masih belon selesai agan-sista
lanjut besok deh ya ;)


to be continued...
Diposting oleh Nurrahmat Pradeska
Sabtu, 08 Oktober 2011 di 07.58 | 2 komentar  
Update blog today

Setelah sekian lama ndak posting di blog sekarang ini saatnya.
Tiga hari yang lalu, ya aku masih ingat dua hari yang lalu. Rabu malam, entah kena apa sejak 2 hari yang lalu (terhitung dari saat itu) badan udah ndak enak kepala pusing. Padahal waktu itu masih di pertengahan midsem sekolah, sungguh betapa sialnya.

Rabu malam...
Badan udah ndak memnungkinkan untuk masukin materi ke otak dan lebih parahnya lagi besoknya itu mata ujian yang di ujikan adalah BIOLOGI (sengaja ane capslock sama ane bold gan biar cetha). Udah tau sendiri kan ya biologi itu kayak gimana, udah materinya bacaan , banyak pula.

Entah dari mana, tiba-tiba pengen nyetel murotalnya Ar-Rahman, ya surah ke ke 55 dalam Kitab Suci Al-Qur'an (daripade nganggur). Dan entah kenapa pula ingin tau artinya, ingin tau apa isi suratnya, karena sebelumnya aku cuma tau ayat yang di ulang2 yang artinya kalo gak salah " Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?" karena satu ayat ini yang bikin penasaran jadi pengen baca yang lain.

Hari berikutnya, Kamis 6 Oktober 2011..
Lagi aku putar murotal Surah itu, bedanya aku muternya gak dirumah tapi di sekolah. Ada dua temen ane waktu ane lagi muter mp3 itu. Ok untuk menjaga privasi aku ibaratkan temen ane "A" sama "B".

Kamis Siang..
Ini juga entah dari mana aku yang gak biasanya nyetel begituan jadi pengen muter murotal itu. Dan entah gimana juga Temen ane malah debat tentang hal yang gak jauh dr apa yang tak bicaraain dari tadi. Dalam debat kusir becak andong bla bla bla itu ada salah satu diantara mereka yang ngungkapin kalimat "ya jaman skearang tu realistis aja ya, daripada ngapalin itu kan mending ngapalin pelajaran" JLEG!!

Ya Allah kami belum siap!...

Mungkin kata-kata yang diucapkan tidak sama "plek" sama yang diatas tadi tapi seperti itukah??
Lebih mending ngapalin Bio Mtk Fisika bla bla bla itukah daripada menghapal Al-Quran?

Ya Allah kami belum siap!!...

Emosi? Ya pastinya, " Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?"
Mana nikmat yang tak diberikan Allah untukmu?!
Mana!!
Entah ini kebetulan atau memang kehendak yang Diatas.. semua ini berhubungan!!. Ayat, arti, kejadian.

Ya Allah kami belum siap.

Satu lagi yang buat aku berpikir lagi. Masih ingat karena belum ada seminggu yang lalu kami dapat pelajaran Agama. Bahasan pelajaran itu adalah tentang "Hari Kiamat".

Ya Allah kami belum siap !!

Masih ingat bahwa salah satu tanda kiamat Kubra (besar) adalah hilangnya Al-Qur'an dimuka bumi. Cobalah fikir lagi, jika hilangnya para "hafidz"(penghafal Al-Qur'an) bukankah juga merupakan awal lenyapnya Al-Qura'an itu sendiri??!

Ya Allah kamu belum siap!!

Ini dia mengapa dari tadi aku mengulang kalimat diatas. Kami belum siap Ya Allah untuk menatap Hari Akhir, kami belum siap Ya Allah untuk semua amalan kami,kami belum siap untuk bekal yang akan kami bawa untuk di alam akherat kelak, sekali lagi Ya Allah kami belum siap.

Memang hari kiamat itu di sisi Allah, hanya Dia lah yang tau hanya Dia yang Maha Berencana.

Aku memang bukan seorang Hafidz, aku memang tidak begitu pandai dalam urusan agama. Tapi apa salahnya kita untuk memulai, memulai membaca, mulai pahami, alhamdulillah lagi mulai menghafal.

Hanyalah Orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran (13:19)

Ayo tunnjukkan kalo' kita berakal :')








Diposting oleh Nurrahmat Pradeska
Visit the Site
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates