OBYEK PENGAMATAN
Pada pengamatan obyek kami hanya mengambil beberapa obyek wisata saja yang menurut kami menarik. Contohnya pada beberapa obyek dibawah ini.
Saat kami melakukan penyebrangan pertama sekitar jam 00.07 kami melihat keadaan pelabuhan di Ketapang tidak begitu jelas tetapi setelah kami mulai menyeberang mulai kelihatan pencemaran di selat yang cukup besar, tetapi kami masih belum begitu cermat mengamati pencemaran di daerah selat. Setelah kami menyeberang kami menuju Tanah Lot. Disana pencemaran sangatlah kecil karena orang-orang
Hal ini sangat berlawanan di Tanjung Benoa, disana keadaan pantai sangat kotor baik pencemaran karena penebangan atau karena limbah dari kapal-kapal. Disana banyak kapal untuk wahana permaina, mungkin saja itu salah satu penyebabnya. Di Tanjung Benoa ada pulau penyu mungkin ini salah satu penyebab air di daerah itu sedikit kotor.
Pada malamnya kami tiba di Garuda Wisnu Kencana, patung Dewa Wisnu yang sanga tinggi dan akan disambung dengan patung Garuda yang tidak kalah tinggi. Tingkat pencemarannya tidak begitu terlihat karena kami sampai diobyek pada malam hari.
Selain Tanjung Benoa masih ada obyek lain misalkan Danau Kintamani. Daerahnya sangat bersih dan terjaga sedangkan pemandangannya sangat indah. Pemandangan disana sangat menarik, kami naik perlahan naik karena dijalan sedang digunakan untuk upacara adat
Sebelum pulang kami mampir ke Sangeh. Di depan sangeh terdapat patung yang dipanjati oleh kera-kera. Kera-kera di Sangeh adalah kera yang suci. Hutan di Sangeh sangat banyak tumbuh pohon-pohon yang menjulang tinggi, dan keadaan didalamnya sangat asri dan tenang. Pepohonan yang menjulang menjadikan daerah itu sangat rindang. Di Sangeh keadaan sangat terjaga.
Dan obyek terakhir di
Akhirnya kami menyeberang Gilimanuk-Ketapang pada sore hari. Kini kami bisa mencermati pencemaran di daerah Selat Bali. Ternyata pencemaran disana sangat banyak sekali pencemarannya, saya belum begitu jelas tentang asal dari pencemaran yang ada di daerah Selat Bali itu. Contoh sampah yang mencemari lingkungan selat adalah kayu dan plastik-plastik bekas.
Mungkin asal sampah tersebut dari penebangan dan limbah-limbah perusahaan dan limbah kapal. Arus dari utara keselatan dapat dilihat dengan deras. Tetapi di daerah pelabuhan tidak sekotor daerah selat, karena kami hanya menjumpai sedikit sampah yang terdapat di daerah pelabuhan.

0 komentar:
Posting Komentar