Kamis, 26 Mei 2011
di
03.06
|
Update blog today
Bertemankan senja dan raut jingga disana :) Bagiku sangat sulit untuk percaya dan memberikan kepercayaan pada seseorang. Karena sejak kecil aku memang dididik untuk tidak mudah percaya jangan mudah terbawa jangan mudah terpengaruh dan lainnya. Dan ternyata hal itu bukanlah sebuah omongan kosong.
Dan hari itupun tiba. Hari dimana aku kehilangan sebuah kepercayaan. Kepercayaan akan seseorang. Yaa kepercayaan yang aku tanamkan hilang begitu saja.
Aslinya tulisanku ini bukan untuk curhat tentang masalahku tapi untuk mengambil makna yang ada. Pertama aku berfikir "ngopo aku gampang bgt percoyo?" saat aku lihat dia adalah orang yang terpandang, orang yang hebat, orang yang "dong" masalah religi. Tapi kok semudah itu?.....
Oh orang hebat itu belum tentu bisa amanah ya? apa mungkin orang2 hebat disana nggak bisa amanah? apa mungkin orang2 yang lebih tau itu bisa lebih amanah? hmmm ... Menurutku amanah nggak bisa diukur dari segi seperti itu. Orang yang bisa dipercaya adalah orang yang membuktikan kepercayaan yang orang lain tanamkan pada mereka -2127- :D
Jadi mbok dia mau presiden, pejabat, aktor, artis, pemain bola, pemain tenis, pemain apalah itu bukan tolak ukur ku. Karena terbukti sudah siang itu. Orang yang aku percaya ternyata... Ahh sudahlah pokoknya intinya itu. Jangan mudah percaya sampaikan sesuatu itu pada orang yang benar- benar engkau percaya. Dan maaf untukmu kawan aku sungguh kecewa, kecewa benar akan kepercayaan itu.
Ya tetaplah menjadi kursi yang rela menopang beban berat berkorban untuk orang lain :D
NB : Untuk si rongpuluh pitu aku ngakak tenan ndengerin critanya :D
-Tjrc Rongpuluh pitu :p -
Bertemankan senja dan raut jingga disana :) Bagiku sangat sulit untuk percaya dan memberikan kepercayaan pada seseorang. Karena sejak kecil aku memang dididik untuk tidak mudah percaya jangan mudah terbawa jangan mudah terpengaruh dan lainnya. Dan ternyata hal itu bukanlah sebuah omongan kosong.
Dan hari itupun tiba. Hari dimana aku kehilangan sebuah kepercayaan. Kepercayaan akan seseorang. Yaa kepercayaan yang aku tanamkan hilang begitu saja.
Aslinya tulisanku ini bukan untuk curhat tentang masalahku tapi untuk mengambil makna yang ada. Pertama aku berfikir "ngopo aku gampang bgt percoyo?" saat aku lihat dia adalah orang yang terpandang, orang yang hebat, orang yang "dong" masalah religi. Tapi kok semudah itu?.....
Oh orang hebat itu belum tentu bisa amanah ya? apa mungkin orang2 hebat disana nggak bisa amanah? apa mungkin orang2 yang lebih tau itu bisa lebih amanah? hmmm ... Menurutku amanah nggak bisa diukur dari segi seperti itu. Orang yang bisa dipercaya adalah orang yang membuktikan kepercayaan yang orang lain tanamkan pada mereka -2127- :D
Jadi mbok dia mau presiden, pejabat, aktor, artis, pemain bola, pemain tenis, pemain apalah itu bukan tolak ukur ku. Karena terbukti sudah siang itu. Orang yang aku percaya ternyata... Ahh sudahlah pokoknya intinya itu. Jangan mudah percaya sampaikan sesuatu itu pada orang yang benar- benar engkau percaya. Dan maaf untukmu kawan aku sungguh kecewa, kecewa benar akan kepercayaan itu.
Ya tetaplah menjadi kursi yang rela menopang beban berat berkorban untuk orang lain :D
NB : Untuk si rongpuluh pitu aku ngakak tenan ndengerin critanya :D
-Tjrc Rongpuluh pitu :p -
Diposting oleh
Nurrahmat Pradeska
Label:
Black Edition

0 komentar:
Posting Komentar